Kamis, 16 Desember 2010

PROMOSI KESEHATAN ( DIABETES MELITUS )

A. PENGERTIAN DIABETES MELITUS
Diabetes meletus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat keturunan insulin baik absolut maupun relatif.
B. FAKTOR RESIKO DIABETES
Sudah lama diketahui bahwa diabetes merupakan penyakit keturunan . Artinya bila orang tuanya menderita diabetes, anak-anaknya kemungkinan akan menderita diabetes juga. Tetapi, faktor keturunan saja tidak cukup, diperlukan faktorlain yang disebut faktor resiko atau faktor pencetus misalnya, adanya infeksi firus (pada DM tipe – 1 ), kegemukan, pola makan yang salah, minum obat yang dapat menaikan kadar gula darah, proses menua, stres dll.
C. JENIS DIABETES
Ada beberapa jenis diabetes. Dulu ada yang disebut diabetes pada anak,atau diabetes juve nilis dan diabetes dewasa atau “ maturiti onset diabetes “. Karena istilah kurang tepat, sekarang yang pertama disebut IDDM ( insulin dependent DM ) atau DMTI ( Diabetes Meletus Tergantung Insulin ) atau DM tipe-1 dan yang kedua disebut NIDDM ( Non Insulin Dependent DM ) atau DMTI ( Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin ) atau tipe-2
Ada jenis diabetes yang disebabkan hal lain seperti misalnya kerusakan pangkreas akibat kekurangan gizi disebut MRDM ( Malnutrition Related DM ) atau diabetes melitus terkait malnutrisi (DMTM Gejala klasik diabetes adalah adanya rasa haus yang berlebihan, sering kencing terutama malam hari dan berat bdan turun dengan cepat. Disamping itu kadang-kadang ada keluhan lemah, kesemutan pada jari tangan dan kaki, cepat lapar, gatal-gatal, penglihatan kabur, gairah seks menurun , dam luka sukar sembuh. Pasien dapat terkena komplikasi pada mata hingga buta atau komplikasi lain seperti kaki busuk ( gangren ), komplikasi pada ginjal, jantung, dll
D. GEJALA DIABETES

DASAR- DASAR PENGOLAAN DIBETES
Dalam pengolaan diabetes dikenal 4 pilar utama pengolaan yaitu :
1. Penyuluhan ( edukasi )
2. Perencanaan makan
3. Latihan jasmani
4. Obat hipoglikemik
Secara umum, pengolahan diabetes dimulai dengan perencanaan makan dan latihan jasmani yang dipertahankan sampai 4-8 minggu. Apabila setelah itu kadar glukosa darah masih belum terkendali baik, perlu ditambahkan obat hipoglikemik oral ( OHO ) atau suntikan insulin sesuai dengan indikasi.
E. TUJUAN PENGOLAAN DIABETES
Tujuan pengolaan diabetes dapat dibagi atas tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek adalah hilangnya berbagai keluhan / gejala diabetes sehingga pasien dapat menikmati kehidupan yang sehat dan nyaman. Tujuan jangka pankang adalah tercegahnya berbagaikomplikasi baik pada pembuluh darah ( mikroangiopati dan makroangiopati ) maupun pada susunan saraf ( neoropati ) sehinga dapat menekan angka morbiditas dan mortilitas. Secara praktis, kriteria pengendalian diabetes adalah sebagai berikut :
1. Kadar glukosa darah puasa : 80-110 mg /dL, kadar glukosa darah 2 jam sesudah makan : 110-160 mg / dL dan Hb Aic : 4-6,5.
2. Kadar kolesterol total dibawah 200 mg/ dL, kolesterol HDL diatas 45 mg / dL dan tigliserida dibawah 200 mg /L.

F. PERENCANAAN MAKAN
Tujuan perencanaan makan dan dalam pengelolaan diabetes adalah sebagai berikut :
- Mempertahankan kadar glukosa darah dan lipid dalam batas-batas normal.
- Menjamin nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan anak dan remaja, ibu hamil dan janinnya.
- Mencapai dan mempertahankan berat badan idaman.
Untuk penentuan status gizi, secara praktis dipakai rumus Brocca yaitu :
- Berat badan idaman : ( tinggi badan-100 )- 10%
- Berat badan kurang : < 90% BB idaman - Berat badan normal : 90-110% BB idaman - Berat badan lebih : 110-120% BB idaman - Gemuk : > 120%

G. LATIHAN JASMANI
Dalam pengeloaan diabetes, latihan njasmani yang teratur memegang peran penting teruta ma pada DM tipe-2. Manfaat latihannjasmani yang teratur pada diabetes antara lain adalah :
- Memperbaiki metabolisme : menormalkan kadar glukosa darah dan lipid darah.
- Meningk atkan kerja insulin.
- Membantu menurunkan berat badan
- Meningkatkan kesegaran jasmani dan rasa percaya diri.
- Mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.
Sebaliknya perli diketahui dan diwaspadai bahwa latihan jasmani berat seperti :
- Hipoglikemia.
- Serangan jantung / payang jantung.
- Pendarahan retina
- Cidera lutut dan trauma kaki.
- Memperberet keadaan diabetes berat.

Program latihan jasmani yang dianjurkan adalah latihan aerobik secara teratur 3-4x / minggu @ 30 menit yang bersifat CRIPE ( kontinuous, rhythmic, interval, progessive, endurance ). Dalam melaksanakan latihan aerobik diusahakn tercapai denyut nadi 70-75 % denyut nadi maksimal ( 220 – umur ). Perlu diadakan penyesuaian kegiata dengan kemampuan komdisi penyakit penyerta.

H. OBAT HIPOGLILEMIK
Tabel 1 : Mekanisme kerja, Efef samping dan Efektifitas berbagai obat hipoglikemik
No Gologan Obat Cara Kerja Utama Efek Samping Utama Efektifitas
1. Sulfonilurea Menaikan sekresi insulin Menaikan BB, Hipoglikemia 1,5-2,5 %
2. Metformin Menurunkan produksi glukosa hati Diare, obstipasi, asidosis laktat 1,5-2,5 %
3. Acarbose Menurunkan absorsi glukosa. flatulensi 0,5-1,0 %
4. Insulin Menurunkan produk glukosa hati. Menaikan pemakaian glukosa Menaikan BB, hipoglikemik Normal


Referensi : Sarwono, Waspadji. 2002 Pedoman Diabetes Melitus. Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar